My Thoughts

4 Aksi Hebat Rumah Zakat Untuk Penanganan Bencana Kekeringan di Indonesia

Beberapa bulan terakhir aku merasakan musim panas lebih terasa hebat dari tahun lalu, pada saat melakukan perjalanan dari Cirebon ke Jakarta. Sawah yang berada di tepi jalan tol terlihat kering, begitu pula pohon-pohon sekitarnya terlihat kering meranggas bahkan banyak semak-semak yang hangus seperti terbakar. Kadang AC mobil pun kalah dengan teriknya sinar matahari di luar.

Ternyata pihak BMKG mengkonfirmasi bahwa musim kering tahun 2019 lebih parah daripada musim kering yang terjadi pada tahun 2018.

Lebih sedih lagi, menurut BMKG banyak daerah di Indonesia yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Kondisi tersebut sudah bisa disebut mengalami bencana kekeringan.


Ini prediksi puncak kemarau menurut BMKG

Pemerintah memprediksi musim kemarau tahun ini akan mengakbatkan 48.491.666 jiwa terancam kekeringan di 28 provinsi. Menyadari kondisi tersebut, RUMAH ZAKAT berinisiatif melakukan aksi penanganan bencana kekeringan untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di daerah yang terdeteksi mengalami kekeringan.

Sebelumnya aku ceritakan dulu ya tentang RUMAH ZAKAT.

RUMAH ZAKAT adalah Lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat

Back to topic tentang kekeringan yaa. Aksi hebat RUMAH ZAKAT itu berupa gerakan BERBAGI AIR KEHIDUPAN yang tersebar di banyak daerah di Indonesia.

Gerakan Berbagi Air Kehidupan ini terbagi menjadi 4 program yaitu,

Dropping Air Bersih

Dropping air bersih atau pendistribusian air bersih telah dilakukan oleh RUMAH ZAKAT pada 18 titik di 7 provinsi di Indonesia, diantaranya Giriharjo Gunung Kidul, Cikeusik, Pamekasan Madura, Ponorogo dan Sumedang. Alhamdulillah sudah mencapai 27.115 penerima manfaat 451.000 liter air bersih hingga saat ini.

source: Rumah Zakat
Pembuatan Sumur Bor

Pembuatan sumur bor ini sudah dilakukan di Pandeglang, Cianjur, dan Sukabumi.

source: Rumah Zakat
source: Rumah Zakat
Pipanisasi

Pipanisasi yang disalurkan oleh RUMAH ZAKAT sudah terealisasi di Cisolok dan Tasikmalaya.

source: Rumah Zakat
Penampungan Air Hujan (PAH)

PAH ini adalah solusi sederhana untuk menghadapi krisis air bersih. Menampung air hujan yang turun sehingga air yang terkumpul ditampung dalam satu wadah. Air yang sudah ditampung ini dikelola sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk keperluan mandi, cuci baju, atau air baku minum oleh kebanyakan masyrakat pedesaan. Wadah penampungan biasanya terletak tidak jauh dari rumah karena air hujan yang ditampung sebenarnya merupakan air yang dikumpulkan  dari genteng rumah.

source: Rumah Zakat

PAH yang disalurkan oleh RUMAH ZAKAT sudah terealisasi di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

source: Rumah Zakat

Aksi yang makin hebat dari RUMAH ZAKAT adalah program DESA TANGGUH BENCANA. Desa Tangguh Bencana atau disebut juga Destana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dampak bencana yang merugikan.

Destana ini memiliki beberapa kegiatan seperti penyuluhan siaga bencana, simulasi siaga bencana, media edukasi siaga bencana, pembuatan jalur evakuasi, dan pemuda tangguh bencana.

Peta Sebaran Desa Tangguh Bencana

Melihat ini semua, kita yang masih bisa minum dan mandi dengan air bersih serta berada di daerah yang jauh dari rawan bencana wajib bersyukur. Ada baiknya kita ikut berpartisipasi bersama RUMAH ZAKAT untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di daerah rawan bencana. Sekecil apapun kontribusi kita akan sangat berharga untuk mereka, dan insha Allah menjadi berkah untuk kita.

Yuuk tunggu apalagi… tinggal klik Formulir Donasi RUMAH ZAKAT saja kok. Bersama RUMAH ZAKAT, donasi semudah belanja online 🙂

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

34 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *