Parenting

6 Cara Agar Anak Tumbuh Bahagia

Sebagai seorang ibu, aku pasti ingin anak-anakku tumbuh sehat dan cerdas. Aku juga ingin agar anak-anakku menjadi seseorang yang sukses di masa depan mereka. Tapi menurutku, yang lebih penting adalah anak-anaku tumbuh dengan bahagia. Karena menurut pengalamanku, anak yang kurang bahagia pada masa kecilnya akan menjadi anak yang emosional dan kurang baik perilakunya.

Agar anak-anakku tumbuh bahagia, aku harus melakukan beberapa hal secara konsisten selain berupaya untuk memenuhi gizi yang baik dan pendidikan yang bagus….

Menjadi ibu yang bahagia

Semua harus dimulai dari ibu yang bahagia. Untuk menjadi ibu yang bahagia, cara yang paling ampuh buatku adalah selalu bersyukur. Dengan bersyukur, aku lebih santai menjalani hidup. Dalam mendidik dan membesarkan anak, ambisiku jadi lebih adem tidak berapi-api.

Ibu yang bahagia – Google

Mencintai anak tanpa syarat dan tanpa pamrih

Kadang aku seperti menciptakan sendiri syarat-syarat dalam mencintai anak. Kadang keluar kata-kata ” kalau tidak rajin belajar, mami tidak sayang” atau aku bilang ” kalau makan tidak habis, bukan kesayangan mami”
Dulu aku sering dengar kalimat seperti itu dari orang tuaku, bahkan lebih ekstrim aku sering dengar kalimat “Mama susah payah cari uang buat makan dan sekolah kamu, kamu harus bisa balas jasa mama saat mama tua nanti”

Baca juga: Ciri Orang Tua Narsis Dan Dampaknya Buat Anak 

Berdasarkan pengalaman itulah, aku berusaha sebaik mungkin mencintai anakku tanpa pamrih. Sebisa mungkin memberikan label positif ke anak-anakku misalkan pada saat anak-anak berprestasi di sekolahnya aku akan bilang “Alhamdulillah, anak-anak mami berprestasi, semoga mudah cari rezeki di masa depan dengan prestasimu”

Mendengarkan

Mendengarkan anak – Google

Biasanya jadi orang tua itu cerewet, kasih nasihat ini itu dan kasih ultimatum sana sini, tanpa mau mendengarkan apa yang dirasakan oleh anak-anaknya. Aku pribadi sebagai anak yang memiliki orang tua seperti itu, berpikir untuk melakukan sebaliknya. Aku selalu mendengarkan apa yang anak-anakku sampaikan, baik itu perasaan mereka, pengalaman yang mereka dapat, bahkan opini dan nasihat mereka untukku. Dengan mendengarkan, anak-anak akan merasa lebih dihargai dan dihormati.

Tidak memaksakan kehendak

Ini sungguh menyebalkan lhooo walaupun dengan alasan demi kebaikan anak. Aku lebih suka mengenalkan daripada memaksakan. Misalnya, pada saat anak sulungku harus pilih kelas jurusan di SMA nya, suamiku memaksakan anakku pilih jurusan IPA. Aku lihat anakku ini lebih menyukai jurusan IPS, dan benar saja walaupun dia lulus ujian jurusan IPA, dia tetap pilih jurusan IPS. Dia bilang ke suamiku kalau dia akan lebih berprestasi di jurusan IPS, dan dia buktikan itu. Tidak memaksakan kehedak pada anak bukan berarti menuruti apapun kemauannya. Menurutku, tugas kita sebagai orang tua cukup mengenalkan. Pada saat anak sudah memilih, tetap dukung dan mengawasi.

Memaksakan kehendak kepada anak – Google

Menjaga keharmonisan hubungan dengan suami

Pernah suatu hari anakku yang kedua cerita: “mam, temanku kasihan deh. Dia suka nangis disekolah karena lihat ibu bapak nya teriak-teriak berantem hampir tiap hari”

Bertengkar depan anak – Google

Yes, salah satu kebahagiaan anak adalah melihat rumah tangga orang tuanya akur dan baik-baik saja. Anak-anak akan tersenyum bahagia jika melihat orang tuanya tulus mesra.

Meluangkan waktu buat anak

Jalan-jalan dengan anak – Google

Hal ini juga berlaku untuk ibu rumah tangga lho. Jangan cuma sibuk arisan, senam, atau ke salon aja sist hehehe eh pada saat ada di rumah sibuk dengan handphone. Setidak dalam sehari ini ada waktu buat ngobrol, temani anak belajar, atau bisa juga nonton TV bersama.

“If you make your children happy now, you make them happy twenty years hence by the memory of it”

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *