My Thoughts

BOGOR | Bikin SIM A Baru, Mudah Sih Tapi…

Aku baru ingat kalau SIM ku sudah meninggal sekitar sebulan setelah aku merayakan ulang tahunku yang ke 21 tahun permanen hehehe << monmaap info ngga penting.
Sejujurnya 5 tahun yang lalu, aku bikin SIM lewat calo. Tinggal kasih fotocopy KTP ke calo, datang ke Polres Bogor, ikut ujian teori ala-ala untuk formalitas, duduk cantik sekitar 1 jam (sementara yang lain bisa menunggu seharian) dan jeng jeng jeng jeng SIM A ku sudah jadi tanpa perlu ujian praktek. Tetapi “layanan VIP” itu tentu ada bandrolnya hehehe, saat itu seingatku bandrolnya sekitar Idr. 1,5 juta.

Karena kematian SIM ku dan sudah pernah menikmati “layanan VIP” sang calo, jadi aku kontak dia lagi untuk urus SIM. Dia bilang kalau SIM mati, harus bikin baru dan kalau mau dia bantu urus biayanya Idr. 1 juta. Kata suamiku coba urus sendiri saja lewat online selain biayanya jauh lebih murah juga bisa jadi konten blog  pengalaman.

Mulailah aku kepo tentang cara bikin SIM baru lewat online. Aku menemukan link daftarsimbogor.com  Dengan hati gembira karena tahu bisa irit uang untuk bayar calo, semangat dong aku isi semua yang diminta di formnya. Ternyata hasilnya seperti ini…

form SIM baru Bogor

Aku bingung secara baru pertama kali isi, terus aku coba sampai tiga kali dan hasilnya tetap seperti itu. Kemudian suamiku kasih info link yang lain yaitu…

http://sim.korlantas.polri.go.id/simonline-registrasi

Aku isi data sesuai yang diminta disitu dan langsung terima email konfirmasi dari mereka, seperti ini

Bukti Registrasi SIM Baru

Sesuai jadwal yang aku tentukan, pada tanggal 23 Maret aku datang ke Polres Bogor yang terletak di Cibinong pagi sekali dengan alasan takut antri. Sampai sana jam 6.30 sudah banyak orang yang datang entah untuk bikin SIM baru atau perpajang SIM, sedangkan pintu gerbang Polres Bogor saja belum dibuka apalagi loketnya hehehe. Loket pendaftaran dan proses pembuatan SIM termasuk loket perpanjang SIM dibuka pada jam 08.00. Untuk loket pendaftaran jam operasionalnya mulai jam 08.00 – jam 10.00.

Akhirnya gerbang Polres Bogor dibuka, aku dan masyarakat lain yang ingin urus SIM diperiksa secara seksama oleh para penjaga dan ditanya keperluannya kemudian diminta serahkan KTP atau NPWP yang diganti dengan kalung visitor.

Kemudian aku diminta untuk ke klinik kesehatan Polres Bogor untuk mendapatkan surat keterangan sehat, dikenakan biaya Idr.30rb. Oh iya, klinik kesehatan Polres Bogor ini letaknya terpencil dibagian belakang dan menuju kesana harus melewati jalanan sempit berlika-liku bikin bingung hehehe

klinik kesehatan Polres Bogor

Tes kesehatan meliputi kemampuan melihat dengan jelas dan cek tensi. Setelah mendapatkan surat keterangan sehat, kemudian diminta ke lokasi proses pembuatan SIM termasuk didalamnya tempat melakukan ujian teori dan ujian praktek.

SIM online Polres Bogor

Aku dan masyarakat yang ingin mengurus SIM baru diminta untuk antri di lokasi input data dan pemotoan, dan disini pula ujian teori berlangsung. Oh ya untuk pendaftar online harus menyerahkan bukti pendaftaran ke customer service sebelum proses input data. Letak customer service ini juga terpencil bersebelahan dengan area ujian praktek SIM (sayangnya aku ngga boleh ambil fotonya)

SIM online Polres Bogor

Disini aku dikasih nomer antrian untuk pembayaran SIM dan kalung warna hijau untuk ujian teori. Tapi ada juga yang dikasih kalung warna kuning, aku ngga tau bedanya apa dan aku malas bertanya hehehe.
Proses selanjutnya adalah foto, scan sidik jari dan tanda tangan elektrik.

Sim Online Bogor

Setelah proses input data, aku diminta untuk ujian teori di ruangan yang bersebelahan dengan ruang foto (aku juga ngga boleh ambil foto di ruang ujian teori). Ujian teori SIM jaman now berbentuk sistem AVIS (Audio Visual Integrated System) yaitu simulasi yang menggambarkan kondisi jalan dan kendaraan, terdiri dari 30 pertanyaan. Satu pertanyaan dikasih nilai 3, syarat kelulusan ujian teori adalah menjawab benar 21 pertanyaan atau dengan nilai 70 dan nilai tersebut bisa langsung dilihat di monitor komputer setelah ujian teori selesai. Alhamdulillah, aku LULUS dengan nilai 70 alias LULUS MELIPIR hahaha

Setelah lulus ujian teori, aku diminta untuk ujian praktek. Aku diperbolehkan memilih mobil tipe manual atau automatic. Aku memilih jenis automatic, karena memang terbiasa menyetir dengan mobil tipe tersebut. Ujian praktek ini cuma dilakukan satu putaran seperti putaran sirkuit balap mobil tapi versi mini nya. Ada tanjakan sedikit tajam dengan garis batas dan aku disuruh berhenti ditanjakan tersebut beberapa menit kemudian meneruskan perjalanan sampai kembali ke tempat semula. Dengan jumawa aku senyum -senyum ke pak polisi untuk terima laporan kelulusan dan hasilnya…

Syedih 🙁

Aku merasa terhina dengan ke TIDAK LULUS an ini, karena aku termasuk supir AKAP alias supir Antar Kota Antar Propinsi, kok bisa ngga lulus sih??? ngga mungkin aku ndak bisa terima, aku tanya apa yang jadi sebab tidak lulusnya aku. Jawaban pak polisi, KARENA SETIAP BELOK AKU TIDAK MENYALAKAN LAMPU SEN !!! oalaaahhh karena arogansiku yang akut itu aku jadi ngga teliti dan akhirnya aku ngga lulus ujian praktek SIM. Aku diminta ujian ulang tanggal 30 Maret, berhubung pada tanggal tersebut aku berhalangan hadir, jadi aku minta ijin untuk ujian ulang di hari Sabtu selanjutnya dan diperbolehkan asalkan tidak lewat satu bulan dari ujian sebelumnya.

Pada tanggal 6 April aku datang lagi ke Polres Bogor untuk ujian praktek kedua setelah ketidaklulusan ku sebelumnya. Untuk ujian ulang ini tidak perlu input data dan foto, tapi harus ke customer service untuk ambil berkas pendaftaran. Belajar dari kesalahan sebelumnya, aku lebih hati-hati dan teliti ngga lupa baca doa agar lulus ujian praktek SIM yang kedua ini hehehe. Alhamdulillah hasilnya…

akhirnya lulus juga

Setelah menerima bukti kelulusan, aku diminta ke bank BRI untuk membayar pembuatan SIM. Letak bank BRI ada disebelah ruang ujian teori. Sebelum membayar aku diminta isi formulir seperti ini…

Formulir pembuatan SIM

Setelah isi fomulir, aku diminta membayar sebesar Idr.120 ribu kemudian aku diminta ke ruang cetak dan penyerahan sim

ruang cetak & penyerahan SIM

Setelah menunggu sekitar 1 jam akhirnya secara simbolis << lebay… pak polisi menyerahkan SIM A yang baru kepadaku, duuuhhh rasanya lega sekali dan bangga akhirnya supir AKAP ini bisa keluyuran menyetir mobil dengan SIM yang baru. Tampilan SIM yang baru ini lebih tipis dari SIM 5 tahun yang lalu dan background nya ada hologram termasuk dibaliknya

SIM A yang baru

Notes:
1. Pendaftaran online lebih diprioritaskan daripada pendaftaran langsung.
2. Jangan lupa print dan bawa bukti pendaftaran online.
3. Siapkan fotokopi KTP agar lebih cepat proses surat keterangan sehat.
4. Tidak usah menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter dari klinik kesehatan lain, karena yang disertakan pada berkas pendaftaran adalah surat keterangan sehat dari klinik Polres Bogor

5. Tetap datang pagi sebelum jam loket buka supaya ngga antri lama, makin siang datangnya makin banyak dan lama antriannya.
6. Tidak usah repot bawa map dan pulpen karena bisa dibeli didepan klinik kesehatan seharga Idr.5 ribu (map + pulpen)
7. Jangan gugup tapi juga jangan jumawa (macam aku) pada saat ujian praktek. Hati-hati dan teliti akan hal kecil seperti pasang seatbelt sebelum menyalakan mesin mobil dan nyalakan lampu sen pada saat berbelok. 

Seperti itu kisahku dalam pembuatan SIM A yang baru, apakah ada pengalaman yang lain? please sharing di komen ya 🙂

 

 

 

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

39 Comments

  • Lisdha

    hai mb irene, salam kenal. selamat utk sim a barunya ya… kalau pengalamanku sih bukan buat sim A baru melainkan perpanjangan sim C dg daftar online karena SIM awalku Jateng dan aku perpanjang di Sumut. Ada kutulis di blogku. Tapi kan ga sopan kasih link hidup di sini ya hehehe…selamat wira-wiri dengan sim baru ya mbak ^_^

  • Irena Faisal

    Aku visit n komen di blogpost tenten buku Linda Dee masuk ga ya mbak komennya? soalnya aku pakai browser safari naga ada session recaptcha 🙁

  • Inka Amalia

    Iya bener mbak, aku kemarin bolak balik ngurus sim A gampang banget. Apalagi ini lagi hamil kan terus aku kayak dapat fasilitas khusus ibu hamil gitu. Jadi waktu tunggunya nggak lama seperti yang lain aja sih. Dan bangga nya sekarang udah no suap ya, jadi semua murni biaya nya terjangkau banget

  • Reni Dwi Astuti

    Aku cuma punya SIm C aja nih, mau belajar nyetir aja masih maju mundur cantik. Ternyata mengurus sim A lebih gampang ya apalagi bisa online jadi nggak memakan waktu yang lama, ya meski ada drama tidak lulusnya hihihi

  • Okti Li

    Duh menyimak dengan detail deh kalau baca artikel pengalaman kek gini. Bikin betah bacanya hehehe
    Saya boro-boro SIM A Mbak, SIM C saja gak punya. Hehehe…
    Padahal untuk keamanan justru harus memiliki ya.
    Trims untuk say no ke calo. Yang 800ribu sisanya bisa buat nambah nambah THR lebaran ya, hehehe

  • Reyne Raea (Rey)

    mbaaaa… kalau lewat calo lagi ga bisa kah? wakkakakakaka

    Kalau saya pakai test begitu dijamin udah gugup duluan.

    Belum punya sim A, jangankan bawa mobil, naik motor aja jerit2 mulu hahahah.

    Jadi ingat dulu hmil2 urus SIM C, sudah pasti ga lulus, langsung manggil2 calo pakai TOA hahahahaha
    *nyalo kok bangga ya *plak wkwkwkwk

    Abisnya, kalau test motor, tantangannya berasa kita mau ikutan motor GP deh wkwkwk

  • Dewi Hepy

    Beruntung di Bekasi layanan perpanjang sim 24 jam, jadi gak pake antre lama. Pengalaman suami yang tes praktik hingga 7 kali baru lulus gara-gara sim mati, walhasil seminggu sebelum sim expired saya udah nongki cantik depan loket perpanjangan.

  • Risma Mualifar

    wah selamat untuk sim A barunya mbak. di antara begitu banyak orang yang gagal berkali-kali dalam ujian praktek, ternyata ada yang sukses dalam waktu singkat. tips-nya patut dicoba nih.

  • Dyah

    Kalo perpanjang SiM gak sda masalah walo pindah2 kota. Yang nyesek itu nyetir dr jaman Jakarta 25 tahun eeeh ditilang di Malang.. Ditawari damai atau sidang daya memilih sidang aja hehe 🙂

  • steffifauziah

    mahal amat yes sampai 1,5juta untuk punya SIM A lewat calo, kalo dulu saya lewat kursus sih pas bikin SIM bayarnay 700ribu, mungkin sama aja kaya calo. Soalnya ada yang bilang kalau ujian lgs enggak bakal lulus, kudu wajib dan harus lewaat calo. yaudah mau enggak mau deh lewat calo hehe. Semoga aku ingat kalo SIM mati tahun 2021 kalo enggak PR banget bikin baru, wkwk.

  • Mega

    Aku sih kok pengen bikin aja yah meskipun gak bisa bawa mobil wkwkw tadinya pengen gaya haha. Tapi setelah baca tata caranya ini aki minder ah kudu belajar dulu yang bener hhe

  • Swastivita

    Yeayy cepat sekali prosesnya ya mbaa.. Gpp ga lulus di pertama, biar sll inget nyalain lampu sein setiap kali belok.. Aku mau ngurus juga dwh kalau semudah ini

  • Ika Maya Susanti

    Ya Allah Mbak… selamat ya… Aku selama baca ini kok ya ikut deg-degan. Tapi pas di bagian cerita yang dirimu nggak lulus itu, maaf Mbak, aku malah ketawa. Lha ya, aku kira bakalan lulus lah orang dirimu cerita prosesnya gampang gitu. Lha ternyata nggak lulus gegara lupa lampu sen. Tapi akhirnya senang lah ya, lulus murni tanpa calo. Dan ingat Mbak, jangan lupa perpanjang sebelum habis. Entar bisa kena tes lagi dong. Hehehe…

  • Syarifani Mulyana

    Selamat ya mba berhasil lulus ujian SIM itu suatu prestasi yang membanggakan loh, harus dirayakan dengan syukuran nih. Lol
    Kalo aku SIM C yang kebablasan urus perpanjangan, ini mau ngurus baru lagi SIM C masih belum ada waktu. Selisihnya lumayan juga ya, dari 1 juta ke 120 ribu itu wow sekali.

  • Utie Adnu

    Hehe,, aku ini Blum pernah bawa SIM pdhl udah kemana2 lolos terus krn gk diperiksa polisi ini ( jangan ditiru ini ) next mau coba ah,, udah Ada bysnfsn nih nti ngadep testnya

  • Erin

    Mahal banget mba pakai calo 1.5jt. Di Cikarang saja 800rb. Woww… tapi enakan langsung ya mba. Lebih murah. Asal tetap tenang biar teliti.

  • Muyassaroh

    Senyum-senyum sendiri saya pas baca bagian nggak lulus, pasti gemes awalnya ya mbak tahu kalau nggak lulus. Tapi, akhirnya berhasil juga setelah perjuangan lumayan panjang. Selamat, Mbak… 🙂

  • April Hamsa

    Naaaahh itulah mbak, aku kok males akhirnya kalau udah meluangkan waktu ujian trus gak lulus huhhu.Syukurlah dirimu berikutnya lulus yaaa.
    SIMku jg meninggal udah lama banget, bedanya semenjak pindah Jkt au jd cemen, selain gak ada mobil, naik motorpun aku takut2 hahaha, pdhl dulu pas msh di Sbya aku pembalap #preeett.

    Kusimak baik2 nih soalnya kyknya bakal bikin jg di Bogor… TFS infonya

  • Inka Paramita

    Ya ampun mbaaa pas banget samaan nih SIM A aku udah mati ampir setahun karena dulu lupa perpanjang padahal cuma telat beberapa hari doank buat perpanjang. Hiikss mesti bikin dari awal lagi deh huHu. Makasih sharingnya mbaa sekarang udah bisa daftar ONline yaah meski tetep perjuangan juga sih yaa hehe

  • Irra Octaviany

    Sama nih, sim ku dulu semuanya VIP. Belum pernah ujian. Pengen tapi takut gagal. Wkwk. Jiwa yang lemah. Jadi keinget kalau sim aku juga abis tahun ini. Semoga nanti gak lupa perpanjang. Hihi.

  • Ludyah Annisah

    wuihhh, noted mbaa. infonya bermanfaat banget mba. kebetulan aku juga baru tahu sih hihii. soalnya, selama ini bikin sim pake layanan vip via calo wkwkwk. thanks ya mba sharingnya

  • Yuni siti nuraeni

    Wah,,sy jg br ngeuh bbrp bulan lalu klo SIM saya sdh kadaluarsa dr tn lalu, wkwkakwk
    Wkt sy dpt SIM,ssh amat bak bikinnya. Ampe 3 kali gak lulus2. Diujian tulisnya, boro2 ke praktek. Hihi
    Akhrnya ya pake cara titip teman..hadeuh

  • Satria Mwb

    Ciieee yang sudah punya Sim zaman now…😄😄

    Ternyata sistemnya hampir sama kota bogor dan Depok yaa!!… Aku bikin kalau latihan nggak pernah lulus2 mbak..😱😱😱😱

  • Andi Mirati Primasari

    ternyata bisa daftar online ya kak buat bikin SIM.. infonya bermanfaat banget nih kak, kebetulan saya juga mau bikin SIM A.. tips2nya mantap, ternyata hal2 kecil itu berguna banget dan gak boleh dilupakan saat berkendara, seperti mengenakan safetybelt dan menyalakan lampu sen saat mau belok 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *