Parenting

Ingin Anak Cerdas? Dukung Nutrisinya Dengan Asupan Serat Yang Tepat

Selama ini masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa saluran cerna hanya organ untuk menyerap nutrisi, padahal salah satu kunci penting untuk tumbuh kembang anak terutama bagian otak adalah saluran cerna.

Lho kok bisa? Apa hubungannya?

dr. Frieda Handayani, Sp.A(K) seorang konsultan Gastrohepatologi Anak menjelaskan bahwa saluran cerna adalah “otak kedua” anak yang bukan hanya berurusan dengan proses mencerna tetapi juga mempengaruhi metabolisme tubuh dan emosi anak. Emosi anak terkendali maka daya pikirnya pun berfungsi maksimal.

Pernah dengar tentang konsep Gut-Brain-Axis?

Gut-Brain-Axis adalah komunikasi dua arah yang aktif antara saluran cerna dan otak. Saluran cerna yang sehat mengirimkan sinyal positif sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang otak. Begitu pula sebaliknya, otak mengirimkan sinyal yang mempengaruhi komposisi mikrobiota yang terdapat pada saluran cerna sehingga berdampak pada proses penyerapan nutrisi.

Selain itu, saluran cerna yang sehat berpengaruh pada daya tahan tubuh yang baik sehingga anak jadi tidak mudah sakit dan selalu aktif dalam kegiatannya sehari-hari.

Agar saluran cerna pada anak menjadi sehat yang orang tua perlu lakukan adalah intervensi gizi dengan asupan serat yang tepat. Berdasarkan info dari Kementerian Kesehatan dalam Riset Kesehatan Dasar 2018, sebanyak 95,5% penduduk di Indonesia kurang konsumsi serat.

Pada penelitian terbaru yang dilakukan di Jakarta terhadap 103 anak berusia 2-3 tahun ditemukan bahwa 9 dari 10 anak usia dini kekurangan serat, hanya mengkonsumsi 4,7gr serat pangan setiap hari nya. Angka yang jauh dibawah dari anjuran Kementerian Kesehatan (tahun 2013)  yang merekomendasikan asupan serat ideal untuk anak usia 1-3 tahun adalah 16gr setiap harinya.

Serat adalah bagian dari karbohidrat yang tidak mudah dicerna dan diserap oleh tubuh karena tahan terhadap enzim-enzim pencernaan. Serat terbagi menjadi dua jenis yaitu:
Soluble fiber atau serat yang larut dengan air, terdapat pada kacang polong, oat, pektin (jeruk, apel, aprikot), wortel, bawang, pisang, psyllium.
Insoluble fiber atau serat yang tidak larut dalam air, terdapat pada biji-bijian, kulit buah-buahan, beras merah, gandum, sayuran hijau, bawang.

Untuk bahan makanan yang banyak mengandung serat dalam berat 100gram antara lain:
– Gandum 13,4gr
– Kacang merah rebus 3,5gr
– Pear 2,8gr
– Apel 2,6gr
– Pisang Ambon 1,9gr
dan masih banyak lagi

Contoh menu makanan yang kaya serat harian untuk anak usia 1-3 tahun (setara +/- 16gr) diantaranya:
– 1 mangkuk oat
– 1 lembar roti gandum
– 1 buah dengan kulit

Naaah sebelum kita menyiapkan asupan serat untuk anak, ada baiknya kita cek kebutuhan serat anak di KALKULATOR PENCERNAAN yang baru saja di luncurkan oleh Bebelac. Caranya mudah kok, langsung kunjungi website nya Bebelac


1. Klik link KALKULATOR PENCERNAAN di website Bebelac.
2. Ikuti petunjuk yang ada di website Bebelac.

Berhubung anakku susah jika disuruh makan sayuran, jadi aku harus putar otak untuk siapkan menu yang mengandung sayuran  dan buah tinggi serat tapi tetap disukai oleh anakku sekaligus mudah untuk disiapkan. Tak lain dan tak bukan adalah…

Green Smoothies with Bebelac Gold

Bahan:
– 1 cup Bebelac Gold
– 1 buah pisang, potong dan didinginkan dahulu di kulkas
– 1 buah apel
– 1 ikat kale
– 1/2 cangkir chia seeds
– 1 cangkir es batu
Cara membuat:
– Campurkan semua bahan dan di blender
– Sajikan saat masih dingin

Mudah kaaaan, rasa sayuran akan “hilang” dengan adanya rasa manis dari buah-buahan. Es batu akan membuat rasa green smothies jadi segar, jika anak sedang pilek dan batuk sebaiknya jangan tambahkan es batu. Jangan pula tambahkan pemanis karena sudah didapat dari susu Bebelac Gold rasa Madu 🙂

Kira-kira, apalagi yaaa resep kaya serat yang tetap disukai anak-anak? kasih bocorannya dong di komen 🙂

 

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

19 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *