Beauty and Health,  Treatment and Spa

Laser Vagina, Menambah Kemesraan Hubungan Suami Istri

Menurutku menjadi cantik luar dalam untuk suami adalah keharusan. Banyak wanita yang berkurang kepercayaan dirinya setelah melahirkan, karena perubahan bentuk tubuh dan perubahan kondisi organ intimnya alias vagina.

Biasanya perubahan vagina yang dikeluhkan adalah berkurangnya elastisitas atau istilahnya vagina terasa “longgar” kemudian bentuk vagina yang tidak lagi indah dipandang suami.

Kabarnya melahirkan melalui operasi cesar pun tetap bisa mempengaruhi kondisi vagina seiring menurunnya kadar estrogen.

Karena itulah setiap wanita terutama yang sudah pernah melahirkan sebaiknya melakukan perawatan vagina. Perawatan vagina bisa ditempuh dengan berbagai cara, mulai dengan mengkonsumsi jamu kesehatan khusus wanita sampai dengan melakukan terapi LASER VAGINA.

Laser Vagina adalah tindakan menggunakan teknologi penghantar panas yang akan merangsang pembentukan kolagen pada dinding vagina, sehingga vagina menjadi lebih kencang.

Sebelum melakukan laser vagina, pasien akan dilakukan pemeriksaan papsmear untuk memastikan kondisi serviks dalam keadaan normal. Kemudian pasien akan diperiksa otot vaginanya dengan perineometer untuk evaluasi keberhasilan terapi laser.

Terapi laser vagina dengan alat Femilift terhitung aman, karena sudah mendapat persetujuan penggunaannya oleh US Food & Drug Administration sejak tahun 2014. Sampai saat ini terbilang belum ada komplikasi selama dan setelah tindakan laser vagina.

Femilift – Laser Vagina

Aku mencoba terapi laser vagina di Amaryllis Clinic Summarecon Bekasi. Di tangani langsung oleh dr.Nina Martini SpOG. Sebelumnya aku melakukan pemeriksaan papsmear yang menyatakan kondisi serviksku normal.

Sebelum terapi laser vagina dilakukan, vagina bagian luar dioleskan anestesi dan dibiarkan selama sekitar 5 menit. Kemudian dr.Nina memasukan alat laser yang bentuknya mirip dengan alat USG transvaginal.

Familift – Laser Vagina

Laser vagina ini dilakukan selama 10 menit dan rasanya hangat clekat clekit tapi masih bisa ditahan kok, demi menambah kemesraan dengan suami, aku harus kuat hahaha… Frekuensi laser vagina ini bisa di kondisikan sesuai kenyamanan kita kok, kasih tahu dokternya saja.

Terapi Laser Vagina

Alat laser akan diputar-putar dari dalam liang vagina sampai kearah luar mendekati bibir vagina. Sesudah 10 menit alat laser dikeluarkan dan pada saat dikeluarkan akan keluar cairan seperti air pipis dari vagina. Selesai sudah proses terapi laser vagina.

Terapi laser vagina idealnya dilakukan sebulan sekali sebanyak 3x berturut-turut untuk hasil maksimal,kemudian dapat diulang setiap 3-12 bulan. Untuk biayanya akan dikenakan Rp.3.000.000 setiap tindakan terapi.

Selama 3-5 hari aku dilarang berhubungan intim dengan suami, karena selama itu vagina akan mengeluarkan cairan seperti keputihan atau bahkan kotoran sisa darah haid.

Untuk perubahannya, aku belum bisa cerita karena belum di “test drive” hahaha tapi yang pasti setelah melakukan laser vagina ini aku merasa lebih percaya diri karena merasa vagina seperti sedang di detoks jadi lebih bersih gitu.

Semoga setelah terapi laser vagina ini, suamiku menjadi lebih bahagia dekat-dekat aku hehehe dan mendukungku untuk rutin melakukan terapi laser vagina.

Bagaimana? ingin mencoba Laser Vagina? Yuk konsultasikan ke dr. Nina Martini SpOG di Amaryllis Clinic Summarecon Bekasi 🙂

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

23 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *