My Thoughts

Pasar Tradisional | Dulu dan Sekarang

Ibuku pernah punya usaha katering selama beberapa tahun. Hampir setiap pagi buta, beliau beserta asistennya pasti ke pasar tradisional. Aku sering diajak beliau kesana kalau hari libur sekolah setiap minggunya. Alasan ibuku…

“Anak gadis wajib belanja di pasar tradisional dan harus tahu harga bahan masakan, supaya nantinya bisa pintar atur uang bulanan dari suami”

Entah apa hubungannya antara anak gadis belanja di pasar tradisional dengan pintar atur uang bulanan dari suami hahaha tapi beberapa kali aku turuti perintah ibuku walaupun dengan muka cemberut. Lah, gimana ngga cemberut wong saat itu pasar tradisional adalah salah satu tempat yang sangat aku hindari karena becek dan bau. Belum lagi kalau ke area yang jual seafood dan daging-dagingan, sudah pasti aku harus siapkan mental supaya nggak muntah hehehe…macam begini nih penampakannya.

pasar tradisional – Google
pasar tradisonal – Google

Pasar tradisional yang paling sering aku kunjungi jaman aku gadis adalah Pasar Genjink dan Pasar Palmeriam, karena kedua pasar itu yang paling dekat jaraknya dari rumah ibuku dibilangan Utan Kayu.
Saat itu, Pasar Genjink lebih sempit dari Pasar Palmeriam, suasana dalam Pasar Genjink itu seperti gang dan berliku-liku. Tata letak pedagangnya juga lebih berantakan. Hiburanku setiap ke Pasar Genjink adalah bisa makan ketupat sayur padang yang ada sayur pakis dan gajeboh ditaburi keripik balado. Sampai sekarangpun setiap berkunjung ke rumah ibuku, aku selalu tanya apakah uni yang jual ketupat sayur padang ini masih ada? kata ibuku, sudah meninggal dan nggak berjualan lagi 🙁

Pasar Palmeriam lebih luas karena banyak rumah sekitar pasar tersebut juga alih fungsi untuk berjualan, meskipun tata letak pedagangnya lebih rapih daripada Pasar Genjink, becek dan kumuh tetap saja terlihat, termasuk baunya. Hiburanku setiap ke Pasar Palmeriam lebih banyak, aku bisa makan chinese food yang menurutku enak sekali dan bisa beli kue cucur, beli jajanan khas jawa dan jamu kunyit asam hehehe. Sampai sekarang, chinese food legendaris itu masih ada, tapi yang berjualan anaknya sudah bukan ibu bapaknya.

Setelah menikah dan tinggal terpisah dari orang tua, aku jadi ingat pesan ibuku yang kutulis diatas. Aku cari pasar tradisional yang terdekat dengan rumahku. Ada dua pasar tradisional yaitu Pasar Pocong dan Fresh Market Kota Wisata.

Pasar Pocong adalah pasar tradisional yang terletak di perumahan Vila Nusa Indah. Dulunya pasar ini bernama Pasar Desa Bojong Kulur, kenapa disebut Pasar Pocong karena berdiri tepat didepan area pemakaman umum, maka dari itu warga sekitar menyebutnya dengan Pasar Pocong hehehe
Pasar Pocong ini termasuk pasar becek dan kumuh menurutku, bahkan sampai sekarang. Ditambah kondisi jalan sekitar Pasar Pocong ini rusak parah dan suka tergenang air, walaupun sekarang sudah tak nampak lagi karena sudah diperbaiki oleh pemerintah dan swadaya masyarakat. Tata letak pedagang di Pasar Pocong juga terbilang berantakan.

Pasar Pocong – Google
Pasar Pocong – Google

Yang berikutnya adalah Fresh Market Kota Wisata. Pasar tradisional yang ini adalah favoritku, karena pasarnya bersiiiiihhh dan tata letak pedagangnya rapih. Tidak pernah terlihat ada becek dan jarang tercium bau yang bisa bikin mual. Suamikupun tidak keberatan untuk menemaniku belanja disini, menemani yaaa bukan sekedar menunggu hehehe

Fresh Market Kota Wisata – Google

Biasanya aku ke Fresh Market Kota Wisata setiap akhir pekan, untuk belanja stock bahan masakan untuk seminggu. Selain itu Fresh Market ini bisa jadi ajang kencan pagi hari dengan suamiku hehehe karena banyak tempat sarapan enak sekitarnya. Harga sayur mayur dan bahan makanan disini memang lebih mahal, tapi berhubung suasananya lebih nyaman ya tentu saja aku nggak keberatan membayar sedikit lebih. Yang bikin sebal kalau belanja di Fresh Market Kota Wisata adalah berebut tempat parkir, apalagi kalau datangnya lebih siang.

Jadiii menurutku, perbedaan pasar tradisional dulu dan sekarang adalah…

Dulu pasar tradisional identik dengan anggapan kumuh, becek dan bau. Sekarang sudah banyak berdiri fresh market yaitu pasar tradisional dengan konsep modern yang bebas becek, bebas bau, dan terlihat jauh lebih rapih dan terasa lebih nyaman.  Dan yang pasti fresh market bisa jadi salah satu cara quality time sejenak dengan suamiku hehehe…

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *