My Thoughts

Pernikahan Yang Sempurna| Memang Ada ???

Aku sering banget di curhatin sama temen-temen tentang pernikahan mereka, ngga cuma perempuan ada juga temen laki-laki yang kadang sharing tentang pernikahan mereka. Karena sering di curhatin itulah aku menjelma jadi psikolog abal-abal hahaha…

Siapa sih yang ngga kepengen punya pernikahan sempurna? pernikahan macam dongeng Cinderella yang happily ever after??? AKU JUGA MAOOO KELEEUSS tapi pada kenyataan nya yang aku dan temen-temenku alamin itu kok ngga kaya gitu yaaa??? Maksudku bukan berarti ngga happy sih, tapi ngga se indah feed Instagram yang couples goal gitu hahaha

Berdasarkan pengalamanku dan curhatan temen-temen, aku jadi punya kesimpulan tentang pernikahan. Ada beberapa faktor penting yang di butuhkan dan dijalani dalam suatu pernikahan <<<=== keren ngga tuh bahasaku ? hahaha

  • Pernikahan itu butuh ke-IKHLAS-an . Maksudku adalah pernikahan yang dilakukan dengan ikhlas bukan karena keterpaksaan biasanya adalah awal mula yang baik. Pernikahan karena terpaksa itu macam nikah karena di jodohin, karena “kecelakaan”  alias married by accident a.k.a hamil duluan atau bisa jadi karena butuh status dari jomblo akut ke status “yang penting ada yang mau sama gue” atau malah karena BU alias butuh duit ♪♬ ada uang kau ku sayang, tiada uang nyawa kau melayang♬♪
  • Pernikahan itu (sebaiknya) di restuin kedua keluarga. Menurutku ini ngga mudah ya. Karena kriteria mantu yang ideal dalam suatu keluarga itu beda-beda begitu juga dengan adat istiadat. Restu keluarga ini berkaitan dengan penyambutan dan perlakuan kepada anak mantu di keluarga tersebut. Tapi kalau memang keluarga kedua belah pihak merestui biasanya pernikahan akan lebih mudah di laksanakan dan di jalanin.
  • Pernikahan itu butuh komitmen dan tanggung jawab tanpa batas. Yup, tanpa batas kalau niat menikah sampai maut memisahkan. Tapi kalau ente nikah karena ada mau nya atau nikah kontrak yaaa di skip aja faktor yang ini 😀 Menurutku, komitmen dan tanggung jawab itu adalah fondasi dalam pernikahan, berhubungan dengan kesetiaan dan kelanggengan jadi mesti di kuat-kuatin deh.
  • Pernikahan yang asyik adalah yang nyaman karakter dan kebiasaaan pasangan. Nyaman dengan karakter dan kebiasaan pasangan akan membuat kita lebih nerimo pasangan apa adanya bukan ada apanya. Biasanya nih, karakter dan kebiasaan asli pasangan baru keluar setelah resmi nikah. Pada saat masih pacaran mah masih manis-manis baeee ya hahaha. Kalau menurutku sih mending keluarin yang jeleknya duluan sih dari jaman pacaran jadi pas sudah nikah sudah tahan mental hehe
  • Pernikahan itu butuh kejujuran dan kepercayaan yang seluas samudera. Klise sih tapi harus, ente aja ngga mau kan kalau di bohongin pasangan jadi mesti jujur apalagi tentang suatu hal yang sekiranya akan memiliki efek di pernikahan. Misalnya kalau masih chatting sama mantan hehehe. Dan kepercayaan itu mahal tsaaayyy, kalau sudah di diskon mah kelaaar, bakalan riweuh dah jalanin pernikahan tanpa kepercayaan.
  • Pernikahan itu butuh komunikasi yang baik. Laah ini harusnya udah ada doong dalam tahap pedekate, pacaran, intimate moment (komunikasi via body language) yekhaaann, ya tinggal di lanjutin dengan lebih baik aja sih. Menurutku, kalau sudah nikah harusnya lebih sering dan lebih baik lagi komunikasi antar pasangan. Aku sih sering banget quality time sama suami hanya sekedar ngopi tapi cerita-cerita banyak hal termasuk ngobrolin apa aja yang mau aku bahas, terutama menyangkut masa depan anak-anak dan rumah tangga kita.

Nih aku kasih kata-kata mutiara, coba di baca dan di hayati 😀

Sebuah pernikahan sempurna tidak dibuat dari kesempurnaan, melainkan dari dua orang yang tidak sempurna yang pantang menyerah dalam memperjuangkan

 

Seperti ituuuuh analisa sotoy aku tentang pernikahan.

Barang kali masih ada yang mau nambahin, please share di komen ya 🙂

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

41 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *