My Thoughts

SAHABAT | Mereka Yang Berpengaruh Positif Dalam Hidupku

Menurut Wikipedia, Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku berbalasan dan reflektif.

Kalau searching di Google akan lebih banyak lagi arti sahabat, misalkan orang yang selalu ada untuk kita, orang yang selalu mau membantu kita, dan lain sebagainya.

Arti Sahabat pada setiap orang akan berbeda, begitu pula menurutku. Buatku, sahabat adalah beberapa orang yang berpengaruh positif dalam hidupku. Yes beberapa orang, karena lebih dari satu. Sahabat harus memiliki pengaruh positif dalam hidup, sahabat tidak akan pernah menjerumuskan kedalam hidup negatif.

Aku pernah memiliki seorang sahabat masa kecil, kami kenal dari kelas satu sekolah dasar. Orang tuanya selayaknya orang tuaku sendiri, bahkan pada saat orang tuanya meninggalpun aku turut sedih dan menangisi. Tapi berjalannya waktu tanpa sadar dia menjerumuskanku dan akhirnya kusadar pada saat dia mengkhianatiku, suaminya bahkan berani pinjam uang ke pasanganku saat itu tanpa bilang ke aku. Kemudian ada lagi sekumpulan perempuan yang pernah kuanggap sebagai sahabat, dan terulang lagi aku dikhianati oleh mereka. Sampai salah seorang dari mereka menjelekan aku ke suamiku sendiri hehehehe. Trauma ??? tentu saja tidak, karena aku punya sahabat lain yang aku ceritakan di blogpost ini hehehe

Inilah para sahabatku, orang yang memberikan pengaruh positif dalam hidupku…

  1. Suami
    aku dan suami

    Tentu saja aku sebut suamiku adalah sahabatku yang nomer satu. Dibalik wataknya yang keras dan bossy macam diktator, suamiku adalah orang yang paling jago handle aku pada saat emosiku meledak. Dia paling nggak bisa kalau lihat aku menangis atau kecewa terhadap sesuatu atau seseorang, pasti dia yang lebih nyolot hahaha. Dia nggak bisa kalau tahu aku sakit, pasti cerewet banget ingetin minum obat walaupun dia sendiri super duper sibuk dengan pekerjaannya. Dia menerimaku apa adanya lahir dan bathin, pada saat aku menderita obesitas pun dia nggak pernah protes atau nyinyir. Dia dukung aku untuk diet sehat dan bayar personal trainer buatku supaya aku semangat berolahraga. Dia nggak segan-segan menunjukan perhatiannya walaupun didepan teman-temanku apalagi didepan teman-temannya. Dia selalu melindungiku dari hal apapun yang menurut dia buruk misalkan melindungiku dari teman yang toxic. Dan dia adalah orang yang berada di garis terdepan mendukung aku berkegiatan positif, misalkan menemani aku hadir dalam acara-acara komunitas blogger  pada saat weekend dan membayarkan iuran tahunan blog aku ini hahahahahahahahaha *tertawa puas* …Pengaruh positif lain yang suamiku  berikan adalah aku jadi bisa belajar tentang Information Technology yang merupakan keahlian suamiku, aku yang gaptek akut ini jadi nggak cuma bergaya pakai gadget hehehe

  2. Anak-anak Perempuanku.
    Anak-anakku

    Alhamdulillah aku dikaruniakan anak-anak perempuan yang sudah remaja. Pada saat ku tulis blogpost ini, anak sulungku berusia hampir 17 tahun, dan anak gadis keduaku berusia 15 tahun. Dari mereka aku banyak belajar tentang pergaulan remaja jaman now. Mereka bisa bebas curhat tentang apapun kepadaku termasuk tentang pacar mereka tanpa khawatir aku tuduh macam-macam. Aku pun bisa curhat kepada mereka tentang apapun secara jujur apa adanya, termasuk pada saat aku lagi “riweuh” sama suami hehehe. Mereka juga jago kasih opini dari sudut pandang mereka tentang suatu hal. Dari mereka juga aku belajar lebih mendengar dan lebih pengertian. Pengaruh yang paling positif yang mereka berikan kepadaku adalah their hugs are healing.

  3. Genk Emak Rempong
    Genk Emak Rempong
    Genk Emak Rempong

    Aku kenal mereka dari tahun 2010 dalam satu perusahaan, ceritanya sekantor gitu. Dua sahabatku ini namanya Lita dan Sari, dan pada saat itu mereka masih jomblo ngenes hahaha.  Nggak ada drama yang aneh-aneh selama bersahabat sama mereka, kecuali drama jadwal dan venue kalau mau ketemuan hehehe. Hal positif yang mereka berikan padaku adalah mereka ngga pernah kepo dan nggak pernah ikut campur kalau aku curhat tentang masalahku kecuali aku minta saran mereka. Alhamdulillah sampai sekarang persahabatan kami masih langgeng, sampai Lita dan Sari akhirnya menikah dan punya anak. Pertemanan suami kami pun juga adem ayem saja.

  4. Genk Emak Berfaedah
    Genk Emak Berfaedah
    Genk Emak Berfaedah

    Sebenarnya aku kenal mereka ini dari tahun 2009 dari suatu komunitas. Sempat bubar jalan beberapa puluh purnama, alhamdulillah bisa ngumpul lagi dengan penampilan dan perilaku yang berbeda, dari yang begajulan dan asal-asalan jadi lebih baik dalam berhijrah. Karena kami kenalnya dari yang apa adanya banget jadi sampai sekarang pun nggak ada jaim alias jaga image diantara kita termasuk soal kondisi ekonomi hehehe. Ngga ada tikung menikung dan bicara negatif tentang para suami. Jarang ada julid dan ghibah pada saat kami berkumpul. Hal positif yang mereka berikan padaku adalah kisah hidup mereka yang selalu bikin aku bersyukur dengan hidupku. Selain itu mereka membuat aku jadi rajin ibadah dan ikut kajian. Aku dulu amat sangat jarang ikut kajian karena menurutku membosankan, tetapi dengan bujukan mereka, jadi suka minimal lihat kajian ustadz dan ustadzah dari video-video yang mereka share di whatsapp group.

Begitulah kisahku tentang sahabat… bagaimana dengan kisahmu? please sharing di komen 😊

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

26 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *