My Thoughts

SHEnergy Kreasi | Melihat Kekuatan Perempuan di Jaman Millenial

“Ren, aku akan diceraikan oleh suamiku”
“Lho, memang kenapa sist?”
“Dia ingin menikah lagi, kalau aku nggak terima dimadu aku akan dicerai”
“Kamu mau dimadu?”
“Nggak mau sih, tapi kalau aku dicerai bagaimana aku cari nafkah buat anak-anakku”

Seringkali aku mendengar keluh kisah beberapa teman-temanku seperti itu. Sedih sekali melihat ketidak mampuannya untuk bertindak saat suaminya berlaku semena-mena terhadap dia dan anak-anaknya. Pada akhirnya aku hanya bisa memberikan support dan motivasi untuknya agar bisa kuat dan mandiri untuk membesarkan anak-anaknya jika pilihannya adalah bercerai.

Alhamdulillah kemarin tanggal 16 Desember 2019, aku berkesempatan hadir dalam acara SHEnergy Kreasi yang diadakan oleh Kemen PPPA. Acara yang berlangsung di Perpustakaan Nasional ini adalah sharing moment dalam bentuk talkshow interaktif yang bertujuan untuk mempertemukan wirausaha perempuan millenial dengan wirausaha perempuan yang sudah sukses menjalankan usaha untuk berbagi pengalaman dan memperluas jejaring usaha di era digital.

Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat nasional dan daerah. Untuk tingkat nasional, SHEnergy Kreasi akan dilaksanakan oleh Ibu Menteri PPPA, sedangkan di tingkat daerah dilaksanakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Tim Penggerak PKK Provinsi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan Provinsi, Dharma Pertiwi, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya, dan Kabupaten/Kota dengan dukungan Dinas PPPA Provinsi. Seluruh kegiatan dipublikasikan melalui video liputan dan dikirimkan ke Kemen PPPA.

Dalam acara tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga meminta organisasi perempuan di seluruh Indonesia untuk berperan aktif dalam memberdayakan perempuan di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap jajaran pengurus organisasi perempuan sudah berdaya, mampu memberdayakan perempuan di lingkungan sekitarnya sehingga seluruh perempuan di pelosok tanah air bisa berdaya,” kata ibu Menteri Bintang

Ibu Menteri Bintang berharap perempuan Indonesia tidak hanya berdaya di bidang ekonomi saja, tetapi juga berdaya di bidang pendidikan, pengasuhan anak, dan sosial budaya. Perempuan yang berdaya akan bisa membawa Indonesia maju.

Setelah menyampaikan pidato singkatnya, ibu Menteri Bintang menyerahkan pidato kunci untuk dibacakan oleh pak Sesmen Pribudiarta Nur Sitepu. Karena ibu Menteri Bintang harus menghadiri rapat penting di Istana Negara.

Pak Sesmen menyampaikan bahwa menurut hasil survei terbaru PBB, kesetaraan berwirausaha antara perempuan dan laki-laki di Indonesia mendapat nilai terbaik se-Asia Pasifik.
“Perempuan dinilai lebih berani membuka usaha baru dibandingkan dengan laki-laki,” kata pak Sesmen Sitepu
Pak Sesmen Sitepu juga menyebut persentase laki-laki Indonesia yang berwirausaha adalah 14 persen dari total penduduk laki-laki dewasa. Sedangkan di kelompok perempuan, persentase wirausahanya sedikit lebih tinggi, yakni 14,1 persen.

Setelah usai pidato inti dari pak Sesmen Sitepu, acara selanjutnya adalah talkshow yang dimoderatori artis Kirana Larasati dengan beberapa narasumber yaitu Arto Biantoro dari Gambaran Brand Group, Diajeng Lestari yang dikenal sebagai CEO of Hijup.com, dan Hanna Keraf dari Du’Anyam.

Mas Arto Biantoro yang sering berkolaborasi dengan brand lokal ini bercerita bahwa sering menemukan masalah dalam masyrakat yang ternyata bisa dimanfaat sebagai ladang usaha. Mas Arto juga menceritakan ada rekan bisnis yang memiliki karakter unik tapi bisa mendapatkan keuntugan sangat besar melalui prinsip semakin segmented market, semakin tinggi harga jual barang.

Sedangkan dari mbak Diajeng, aku mendapatkan ilmu menarik. Menurutnya, sukses bisnisnya yang dirintis mulai dari tahun 2011 tak lepas dari pemahaman menangkap orientasi perubahan fashion hijab yang disukai wanita muda. Ini sesuai dengan motto Hijup yakni LORD yang merupakan kepanjangan Lean, Open, Result, Oriented,dan Dynamic.

Dari mbak Hanna Keraf, aku mendapatkan ilmu bahwa dengan empati akan sulitnya ekonomi daerah bisa menjadikan ladang usaha. Du’Anyam adalah kewirausahaan yang berawal dari masalah kesehatan hingga kematian ibu dan anak di NTT yang tergolong tinggi karena lemahnya perekonomian masyrakat. Du’Anyam membantu para pengrajin anyaman yang sebagian besar adalah para ibu untuk menjual hasil anyamannya hingga ke pasar internasional. Jika usaha lain membuat aplikasi untuk kalangan pembeli, Du’Anyam justru membuat aplikasi smartphone untuk kalangan pengrajin untuk mengetahui proses pesana. Unik sekali kan…

Setelah istirahat makan siang, dilanjutkan sesi berikutnya yaitu talkshow bersama Sara Dhewanto dari DuitHape, Silvia Surya dari KopiSoe, dan Sherlyana dari Blanja.com

Dari acara tersebut makin terlihat kekuatan perempuan Indonesia khusunya perempuan millenial untuk mandiri secara perekonomian. Hal ini aku gunakan untuk memotivasi teman-temanku yang berkeluh kesah takut  seperti yang kuceritakan di awal tulisan.

 

 

happy wife, happy mommy, happy blogger :)

14 Comments

  • Syanaka

    Masih banyak siy wanita yg mau maunya disakiti hanya karena takut makan apa klo ditinggal suami ? Heloooowwww punya hape dipake dong buat cari duit .ya gak mba? Heheh

  • Gina

    Saya adalah bagian dr perempuan yg terus menerus memberikan semangat kepada perempuan lainnya melalui tulisan-tulisan saya. Jangan merasa lemah atau minder menjadi seorang perempuan. Apalagi ditekan dan diintimdasi oleh lawan jenis. Mari sama-sama kita lawan

  • Dyah Ayu Novitasari

    Hiks, baca kalimat pembuka kok rasanya nyesek. Ibu saya dulu juga gitu bedanya ayah meninggal dunia. Makanya sy berniat walaupun sekarang jadi ibu rumah tangga mesti tetap produktif, agar sewaktu-waktu kita ditinggalkan suami busa tetap strong mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dan pendidikan anak2

  • Eva Sholiha

    Memang ya Mbak, zaman sekarang perempuan atau seorang istri harus berdaya agar jika tiba-tiba “kehilangan suami,” ga akan kebingungan menjalani hidup. Terutama untuk anak-anak ke depannya yang harus dipikirkan.

  • PUTRISANTOSO

    untuk para perempuan milenial, semoga tak lelah untuk terus belajar. karena diharapkan atau tidak, pasangan bisa pergi. dan saat itu kita pasti di tutut untuk jadi wanita cerdas demi keluarga kita.

    semangat terus wanita Indonesia

  • Wian

    Alu juga mbaa suka kesel klo ada buibu yang cuma manut sama penghasilan suami aja. “Heeyyy kita juga bisa loh berkarya lewat rumah”. Gemeesss aku. Ya emang sih gak bakal langsung menghasilkan. Tapi setidaknya kita gak “diem” aja.

  • Endah Kurnia Wirawati

    Sedih banget kalau dengar cerita teman yang mau cerai deh, tapi kita memang sebagai perempuan harus kuat dan saling support.

    Beberapa temanku juga sudah punya berbagai usaha dan mereka cukup sukses. Selalu senang melihat sesama perempuan kuat dan berdaya ya.

  • Yayat

    Sedih akutu kalo perempuan nggak berdaya.. padahal perempuan harus kuat karena tugas dan tanggung jawabnya banyak.. moga sering ada edukasi buat kaum perempuan.. biar mereka sadar kalo meeeka punya kekuatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *