Parenting

TANTRUM Pada Balita, Harus Gimana Sih ???

Kenzo ini nge-fans sama tantrum sepertinya. Makin kesini Kenzo jadi big fans nya tantrum alias makin sering dan makin menyebalkan kalau lagi kumat. Aku sebagai emak nya sering banget malu kalau Kenzo lagi kumat tantrum nya di tempat umum dan sering kesel kalau kumat nya di rumah. Wujud tantrum kenzo itu suka memukul, menggigit, nangis jerit-jerit, bahkan kadang guling-guling di lantai. Alhasil aku jadi kepo sana sini tentang si tantrum ini.

Tantrum temper pada anak yang biasa juga dikenal dengan istilah tantrum merupakan ledakan emosi yang ditandai dengan sikap kasar dan agresif seperti menjerit-jerit atau berteriak (bisa juga diikuti dengan menangis), berkata kasar, keras kepala, suka membangkang, dan suka ngomel-ngomel atau marah. Dalam beberapa kasus, tantrum ditunjukkan oleh anak dengan melakukan menyakiti diri sendiri, membanting benda, atau melakukan serangan fisik sambil menjerit-jerit.

Menurut penelitian Potegal dan Davidson di tahun 2003 yang dilakukan pada 355 anak umur 18-60 bulan, yang sering mangalami tantrum adalah anak umur 30-36 bulan sebanyak 91%, disusul oleh anak umur 18-24 bulan sebanyak 87% dan yang jarang mengalami tantrum adalah anak umur 42-48 bulan sebanyak 59%. Rata-rata durasi tantrum yang di alami anak umur 1 tahun adalah 2 menit, tantrum yang di alami anak umur 2-3 tahun adalah berdurasi 4 menit, dan tantrum yang dialami anak umur 4 tahun berdurasi 5 menit.

Dalam seminggu, anak umur 1 tahun bisa mengalami tantrum sebanyak 8x. Frekuensi tantrum ini naik jadi 9x pada anak umur 2 tahun, tapi menurun frekuensi nya pada anak umur 3 tahun sebanyak 6x dan terus menurun sebanyak 5x pada anak umur 4 tahun. Artinya frekuensi tantrum akan menurun pada saat kemampuan verbal anak mulai berkembang dan mulai jelas untuk mengkomunikasikan kemauan nya.

Berarti aku bisa dong yaaa berharap kalau Kenzo akan terus berkurang tantrum nya. Jujur aja aku sudah mulai berpikir kalau Kenzo itu emosian…mirip aku kalau kata bapak nya 🙁  Aku khawatir banget kalau emosian nya Kenzo itu keterusan sampai dia dewasa. Lebay ngga sih aku ???

Aku lanjutin nih ya per-kepo-an tentang si tantrum ini.

Apa penyebab tantrum pada anak?

Menurut seorang analisis-psikologi-anak bernama Selma Fraiberg dari Universitas Michigan, dia mengatakan bahwa penyebab tantrum adalah:

  1. Karena kontrol yang berlebihan
  2. Bisa juga disebabkan karena tekanan dari luar, yang menyebabkan anak terprovokasi untuk memberontak dan menunjukkan tantum tremper.

Sebagian besar penyebabnya adalah rendahnya kemampuan berkomunikasi anak yang membuatnya kesulitan menyampaikan keinginan. Sehingga mereka (cenderung) mengambil jalan pintas dengan meluapkan amarah agar mendapat perhatian untuk mewujudkan keinginannya.

Fakta-fakta seputar tantrum

  • Tantrum sebenarnya tidak hanya dialami oleh anak balita melainkan juga bisa muncul pada orang dewasa serta wanita pada umumnya. Namun khusus pada wanita, tantrum dianggap tidak masuk akal dan sulit dimengerti sehingga, wanita yang mengalami tantrum cenderung tidak bisa ditenangkan. Mereka hampir tidak memiliki kontrol atas emosi nya sendiri sehingga sering mengeluarkan kata-kata yang pedas dan menyakitkan sambil berteriak dan mengamuk. <<<< WAHAI PARA LELAKI, INILAH KENAPA WANITA SELALU BENAR !!! IYA IN AJA UDEEEH DARIPADA KELAR HIDUP ENTE hahahaha….
  • Anak biasanya bersikap tantrum hanya kepada orang tua mereka atau kepada orang-orang dekat yang mereka anggap akrab dan aman. Sikap ini biasanya jarang ditunjukkan kepada orang lain yang tidak mereka kenal. Tapi, anak-anak juga bisa menunjukkan tantrum berdasarkan area (aman). Contoh, ketika mereka berada di rumah. Mereka bisa menunjukkan sikap tersebut kepada orang lain (orang dewasa) yang tidak mereka kenal sekalipun. Atau, mereka juga bisa menunjukkan sikap tersebut di tempat lain (di tempat umum atau di rumah orang) ketika mereka bersama orang tua.

Jenis tantrum

  • Tantrum Frustasi, yaitu tantrum yang terjadi karena anak kelelahan, sakit, bosan, atau  stimulasi berlebihan.
Kenzo tantrum karena ngga dibolehin nonton tv sebelum tidur
  • Tantrum Manipulatif, yaitu tantrum yang terjadi agar kemauan anak di turuti oleh orang tua nya.

    Kenzo tantrum karena ngga di bolehin naik turun tangga di salah satu restoran

Apa yang kulakukan kalau Kenzo tantrum ?

  • Kalau tantrum nya di rumah, kulihat dulu kenapa Kenzo tantrum. Semisal karena bosan ya aku turutin kemauan dia sebatas masih wajar sih. Contoh mau nya nonton tv lebih lama, aku turutin tambahin sedikit jatah nonton tv nya tapi ganti channel yang bisa bikin dia sekalian belajar. Tapi kalau tantrum kepingin sesuatu yang berbahaya yang ngga mungkin aku turutin misal nya mau main gunting atau cutter biasanya langsung kupeluk, kalau masih berontak auto jitak teteup di peluk sambil di usap-usap punggungnya bisikin:” ngga boleh yaaa itu bahaya looh nanti kamu luka jadi nya sakit”
  • Kalau tantrum di tempat umum macam mall, yang paling sering aku lakukan adalah GENDONG hindarin yang bikin dia tantrum atau alihkan perhatian dia ke hal yang lain. Aku jarang cuekin kalau Kenzo kumat tantrum nya di tempat umum, karena Kenzo bisa makin jadi guling-guling nya yang ada aku makin malu sama orang-orang sekitar.
  • Kalau Kenzo sudah selesai tantrum nya alias sudah tenang, baru deh aku jelasin dan ajarin cara ngomong yang tepat kalau dia menginginkan sesuatu

Begitu sih pengalamanku kalau anak kumat tantrum nya.

Semoga masa-masa tantrum ini segera berlalu deh 😀

Mungkin ada yang senasib sama aku??? Please sharing tips kalau anaknya lagi tantrum 🙂

 

34 Comments

  • Dian Restu Agustina

    Anak sulungku dulu tantrum juga..lebih kurang sama caranya, alihkan perhatian, beri pelukan. Kalau dah tenang nanti baru ajak bicara dia…
    Dan, waktu makin besar dan dia makin ngerti juga tambah bagus sosialisasi dan adaptasinya, tantrum akan berkurang sendiri

  • Reyne Raea (Rey)

    Kalau anak pertama dulu agak mudah ngakalin pas tantrum.
    Cukup ikutin apa yang dia lakukan, dia nangis ya saya juga ikutan nangis, dia guling2 saya juga wakkakaka.

    Kalau anak yang kedua, gak mempan.
    Jadinya berlaku ilmu cuek is da best wkwkwkw.

    Makasih sharingnya mba 🙂

  • Wiwin Pratiwanggini

    Saya lupa anak pertama dulu gimana tantrumnya 😀
    Kalo yang anak kedua ini (17 bulan) jarang sekali tantrum, biasanya hanya saat pengin ngikut saya ke dapur atau ke luar tapi buru-buru pintunya saya tutup 😀

  • CatatanRia

    Anak saya kalau keinginannya gak diturutin dia bakal nangis menjerit kencang tapi gak nyakitin diri sih, hanya memukul benda atau menghentakan kaki dia dan kalau didiemin bisa awet sejam lebih, kalau digendong berontak saya dipukul hiks 🙁 kalau itu termasuk tantrum juga gak ya Mba? Selama ini sih saya solusinya juga seperti Mba di gendong, karena gak tega lihat dia nangis yang bisa awet lama.

    • Irena Faisal

      mungkin termasuk tantrum ya mbak…
      Kalau anakku mesti di gendong n di peluk, kalo di diemin makin jadi Mbak 🙁 kadang juga suka mukul, tapi kalau aku dipukul aku setrap dia…

  • Lili

    Wah saya sekarang malah bermasalah dengan anak saya yang sekatang usia 9tahun. Saat batita hingga balita aman saja tp justru sekarang emosinya sulit di kontrol

    • Irena Faisal

      anak-anaku yang besar pada saat umur 9-10 tahun lagi doyan ngambek sih Mbak, tapi ngga sampe tantrum 🙁 yang sabar ya mbak…

  • Okti Li

    Kalau anak tantrum antara ayah ibu harus kompak. Kalau tidak anak seolah punya pelarian. Begitu juga dengan nenek kakek atau anggota rumah lainnya. Harus sepakat supaya anak tidak mengulangi pelampiasan rasa marahnya itu. Karena kalau anak tantrum terus ada seorang “membelanya,” kedepannya akan menjadikan tantrum sebagai “senjata”

  • Sumiyati Sapriasih

    tantrum pada anak sudah biasa. Ini loh … tantrum pada wanita yang sulit untuk meredam emosi. untuk menghindarinya ambil air wudlu, sholat dan setelah itu tidur. itu sih sedikit tips tantrum pada wanita yang sulit meredam emosi

  • Ludyah Annisah

    Nah, pas banget nih bahasannya. So far, kayaknya anakku termasuk tantrum manipulatif deh, tapi kalau doi mulai ngerengek gak jelas otomatis aku tinggalin dia buat nenangin diri. Dan, ajaibnya si kecil udah ketawa-tawa lagi seolah kayak gak adaa apa2, hahaha. Lucuuukk makin gemas

  • Ika Maya Susanti

    Tantrum pada wanita? Iya ya, kok saya baru nyadar kalau tantrum itu bisa terjadi nggak hanya pada anak-anak. Dan jujur, saya mah kalau ketemu anak tantrum, bingung juga harus ngadepin dengan cara apa. Untung anak sendiri nggak hobi ini.

  • Diah

    Si Adek nih yg sekarang sering tantrum di rumah, klo udah gitu dia nangis sambil marah jedotin kepalanya ke lantai, dinding atau malah ke pintu. Dibiarin aja dulu bentar trus digendong dialihkan perhatiannya, huhuhuh. Anak2 ada2 aja deh tingkahnya.

  • Rina Susanti

    Anak sy yg sulung tantrum parah mba waktu umur balita. Pas masuk sd udah nggak. Ada yg blng anak tantrum krn klo apa2 dikasih jd giliran ga d kasih ngamuk padahal si sulung sy sebaliknya dr kecil ga sy manjain. Dr umur setahunan udah tantrum pernah tantrum parah d mall n pameran tp kamk tetap ga ngasih keinginan dia.
    Katanya anak tantrum tanda punya keinginan kuat lho dan terbukti nih sm s sulung sy. Selalu ingin menonjol dan ga mudah putus asa

    • Irena Faisal

      Katanya anak tantrum tanda punya keinginan kuat lho dan terbukti nih sm s sulung sy. Selalu ingin menonjol dan ga mudah putus asa <<<< Amiin YRA, ini kalimat yang mengatakan hati lho Mbak hehehe

  • Meli Engku

    barubtau akutuh ternyata ada masanya ya tantrum dikisaran umur sekian2. anakku kalo tantrum paling nangis aja, itupun ga jerit2. takut sama papanya x ya, kalo jerit2 gaje ya kena marah haha tapi untungnya ampuh abis dimarahin ya diem. duh horor banget kalo sampe nyakitin diri sdr

  • Tika Samosir

    Seram juga ya kalau anak terkena tantrum. Setelah membaca informasi ini, aku teringat keponakan yang suka banget dengan berteriak-teriak, suka langsung mukul-mukul temannhya dan dikit-dikit langsung marah dan menangis.

    • Irena Faisal

      aahahahahak anak sulungnya titisan rocker ya Mbak… samaan deh, kadang ku suka emosi tapi ku tahan-tahan aja…

  • Dwi Puspita

    Anakku kadang tantrum juga… apalagi saat di mall pengen mainan dan kami tidak mengabulkan permintaannya. Namun segera saya peluk dan segera mengalihkan sesuatu… seperti ke tempat bermain…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *